×

Warning

Error loading module Unknown storage engine ''

Pembicara: Hariyadi B. Sukamdani, KETUA UMUM ASOSIASI PENGUSAHA INDONESIA (APINDO)

Komitmen pengusaha akan mewujudkan CSR yang membawa perubahan bagi keberlangsungan perusahaan maupun masyarakatnya. Itu artinya, mereka harus memiliki visi pembangunan berkelanjutan. Apakah visi ini sudah dimiliki oleh para pengusaha di Indonesia?

 

Pembicara: Soelaeman Soemawinata, KETUA UMUM REALESTAT INDONESIA (REI)

Rekayasa lingkungan dapat memberikan solusi atas kemungkinan perubahan lingkungan sekaligus pembuktian bahwa pengembang tidak hanya semata-mata menjual properti, namun juga memperhatikan kehidupan masyarakat melalui investasi sosial (CSR). Disayangkan, banyak pengembang yang tidak melakukan rekayasa ini sebelum sebuah proyek berlangsung sehingga menimbulkan keraguan tentang keberlanjutan proyek dan mengganggu kelangsungannya.

 

Pembicara: Joko Supriyono, KETUA UMUM GABUNGAN PENGUSAHA KELAPA SAWIT INDONESIA (GAPKI)

Karena operasi perusahaan beresiko terhadap lingkungan, tidak terkecuali bagi industri kelapa sawit, maka ekosistem yang berubah oleh pengalihan lahan polikultur menjadi monokultur harus melakukan konservasi hutan. Bagaimana perusahaan kelapa sawit Indonesia melakukan konservasi dan menerapkan perkebunan berkelanjutan? Kenapa program intiplasma harus menjadi pilihan bagi perusahaan kelapa sawit? Dan sudah seberapa banyak anggota GAPKI yang melaksanakan intiplasma?

 

Pembicara: Widodo Santoso, KETUA UMUM ASOSIASI SEMEN INDONESIA (ASI)

Di balik permintaan yang makin tinggi terhadap produk semen, terkandung kekhawatiran akan menipisnya persediaan bahan baku.  Bagaimana Asosiasi Semen Indonesia mengantisipasi hal ini? Apakah industri semen melakukan penambangan (bahan baku) secara berkelanjutan? Belajar dari kasus PT Semen Indonesia di Rembang, apakah ASI membuat standar praktek CSR?

 

Pembicara: Ade Sudrajat Usman, KETUA UMUM ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA (API)

Apa yang dilakukan oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat pencemaran sungai dari industri tekstil? Apakah industri pertekstilan indonesia memiliki standar praktek CSR?

 

Pembicara: Yohannes Nangoi, KETUA UMUM GABUNGAN INDUSTRI KENDARAAN BERMOTOR INDONESIA (GAIKINDO)

Mobilitas dan produktifitas penduduk yang kian meningkat membutuhkan kendaraan bermotor untuk meraihnya. Namun di balik itu terjadi peningkatan risiko lingkungan dan kehidupan umat manusia yang harus diantisipasi oleh industri kendaraan bermotor. Bagaimana GAIKINDO mendorong pengurangan terhadap resiko ini? dan bagaimana anggota GAIKINDO melaksanakan praktek CSR-nya?